efek bintang berjatuhan

SD NEGERI 02 KARANGTURI GONDANGREJO KARANGANYAR

Senin, 31 Oktober 2016

Potret aktivitas siswa di SDN 02 Karangturi



1. Aktivitas saat upacara bendera hari senin



2. Aktivitas siswa saat membaca buku di "GRIYA - BACA"





3. Aktivitas siswa berwudlu saat akan menunaikan ibadah shalat zuhur berjamaah





Jumat, 14 Oktober 2016

Puisi Dan pantun kita

                                        MY TEACHER
                                       By : iin winingsih


My teacher thanks for you
You always teach me everyday
I know about everything
My teacher thank you
I won't never forget you
Because of you i'm here
You teach me with your passion and love
You are my motivation
Thanks for your teacher


       DI PERPUSTAKAAN

By : iin winingsih

Di ruang perpustakaan
Ku pinjam sebuah buku
Yang sesuai dengan seleraku
Di sudut ruang perpustakaan
Aku asyik membaca buku
Tenang tak ada yang mengganggu
Bila tak selesai membaca
Buku kubawa pulang
Di rumah kubaca ulang
Membaca buku
Menggali sumber ilmu
Ruang perpustakaan
Menjadi sumber pengetahuan


                    Pantunku

By : iin winingsih

Masuk ke kelas berdesak-desakan
Melihat kutu di dalam buku
Nenek tidur memakai bedak
Alangkah geli rasa hatiki

Menghitung dari angka satu
Angka dihitung didalam lobi
Biasakan membaca buku
Membaca buku sebagai hobi

Buah kedondong buah duku
Aku sangatlah suka
Perbanyaklah membaca buku
Sebagai kunci jendela dunia

Irian jaya dekat papua
Mengambil tumbuhan dibuat jamu
Berpamitan pada orangtua
Ke sekolah mendapat ilmu

Tulisan jepang tulisan kanji
Kanji ditulis gunakan rasa
Jangan suka mengobral janji
Ingkar janji sangatlah berdosa

Struktur Organisasi Kepegawaian SDN 02 Karangturi



Kepala Desa : Sugiyarto
Kepala Sekolah : Nur Aini Alimah, SPd
Komite Sekolah : Suyadi
Hubungan Masyarakat : Heru Sutopo, SPd
Tata Usaha : Tarmin, SPd
Perpustakaan : Iin Winingsih, SPd
Guru Kelas I : Nurul Hidayati, SPd
Guru Kelas II : Yeyen Safitri, SPd
Guru Kelas III  : Iin Winingsih,SPd
Guru Kelas IV : Anggita Mekar Kusuma, Amd
Guru Kelas V : Sri Mulyani, SPd
Guru Kelas VI : Heru Sutopo, SPd
Penjaga Sekolah : Sutrisno

Kemajuan Pendidikan di SDN 02 Karangturi


Kemajuan SDN 02 Karangturi Kec. Gondangrejo Semakin terlihat. Dengan berbagai program yang dicanangkan dan akan segera dilansir. Dan ditangani oleh Bapak/ Ibu Guru yang benar-benar profesional di bidangnya. Hal ini terbukti dengan penambahan jam untuk berbagai akademik computer dan kereligiusan. Dengan sentuhan tangan lembut Kepala Sekolah Ibu Nur Aini Alimah, SPd , SDN 02 Karangturi mampu meningkatkan kemajuan pendidikan.
Di bidang akademik , kemajuan pendidikan semakin nyata. Hal ini terbukti dengan prestasi yang diraih. SDN 02 Karangturi di tahun 2014 mampu menempati Ranking 2 di tingkat kecamatan. Hal ini tidak lepas darei peran serta Bapak/Ibu guru yang benar-benar profesional di bidangnya. Sehingga dari tahun ke tahun prestasi Guru dan Siswa semakin meningkat. Banyak siswa ketika pada tahun 2014 memperoleh nilai yang memuaskan. Bahkan nilai 100 dari salah satu mapel du UNAS kan mampu diperoleh. Salah satu dari siswa yang memperoleh nilai 100 pada mapel Matematika adalah Hanung.
Sungguh luar biasa. Siswa SDN 02 Karangturi Kec Gondangrejo yang letaknya jauh dari keramaian mampu mendongkrak prestasi. Bahkan di tahun sebelumnya, yaitu tahun 2013 mampu membawa predikat juara I lomba Cerdas Cermat Di Surakarta
Di Bidang kereligiusan semakin ditingkatkan hal ini. Diharapkan agar kelak siswa yang lulus dari SDN 02 Karangturi ini mempunyai akhlak yang mulia, mampu membaca bahasa arab. Dan ketika kembali melanjutkan sekolah lagi di tingkat lanjutan. Karena banyak siswa setelah lulus melanjutkan sekolah di luar daerahnya.
Banyak siswa yang melanjutkan sekolah lanjutan di Solo. Hal ini dilakukan karena mampu bersaing dalam menghadapi kemajuan akademik.
Maka bagi kalangan masyarakat, Jika ingin menyekolahkan putra putri nya di SDN 02 Karangturi tidak akan mengecvewakan . Karena di tangani oleh Guru- Guru yang berkualitas
                              = Pak Heru Sutopo, SPd =

Kamis, 13 Oktober 2016

Kegiatan jeda step 2

Lomba memasukkan pensil dalam botol

                                           Lomba memasukkan pensil dalam botol

Lomba memindahkan kelereng dengan
 sendok

Rabu, 28 September 2016

kreativitas saat jeda


OLAHRAGA KREASI (BERMAIN ENGGRANG)



Olahraga tradisional merupakan permainan asli rakyat sebagai aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional. Permainan rakyat yang berkembang cukup lama ini perlu dilestarikan, karena selain sebagai olahraga hiburan, kesenangan, dan kebutuhan interaksi sosial, olahraga ini juga mempunyai potensi untuk meningkatkan kualitas jasmani bagi pelakunya.
Olahraga tradisional semula tercipta dari permainan rakyat sebagai pengisi waktu luang. Karena permainan tersebut sangat menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, maka permainan tersebut semakin berkembang dan digemari oleh masyarakat sekitar. Permainan ini dilakukan dan digemari mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa, sesuai dengan karakter permainan yang dipakai. Beberapa permainan rakyat yang sudah cukup dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan menjadi olahraga tradisional adalah seperti egrang, terompah panjang, patok  lele, gobak sodor (hadang), sumpitan, gebuk bantal, gasing, lari balok, tarik tambang, benteng, dagongan, panjat pohon pinang, sepak raga, lomba perahu, lompat batu nias, karapan sapi, dan lain-lain.
Olahraga tradisional merupakan salah satu peninggalan budaya nenek moyang yang memiliki kemurnian dan corak tradisi setempat. Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya tradisional yang sangat beraneka ragam. Namun seiring dengan semakin lajunya perkembangan teknologi di era globalisasi ini, kekayaan budaya tradisional semakin lama semakin tenggelam. Semuanya mulai tenggelam seiring dengan pengaruh budaya asing, maraknya permainan playstation, game watch, computer game, dsb.
Tenggelamnya budaya permainan tradisional tersebut tentunya merupakan suatu keprihatinan bagi kita semua. Jika generasi saat ini tidak berusaha melestarikan maka lambat laun budaya tradisional akan semakin tenggelam dan suatu saat akan punah, sehingga identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkebudayaan tinggi akan hilang.
Penyebab tenggelamnya budaya tradisional tersebut tentunya terdiri dari berbagai macam, seperti :
Ø  Kurangnya sosialisasi olahraga tradisional kepada masyarakat;
Ø  Tidak adanya minat masyarakat untuk menggali kekayaan tradisional;
Ø  Tidak ada minat melombakan secara berjenjang, berkelnajutan, dan berkesinambungan.
Egrang adalah permainan tradisional yang mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan ini sudah cukup dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus.
Permainan egrang dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa dengan tujuan pengisi waktu luang, bermain dan meningkatkan kemampaun motorik. Manfaat yang akan dirasakan oleh pelaku perminan ini adalah kegembiraan, kualitas kebugaran, dan bersosialisasi. Alat terbuat dari sepasang bambu bulat, masing-masing bambu memiliki ukuran  panjang + 2,5 m dan memiliki diameter antar 6 s.d 9 Cm. Pada ukuran 50 Cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata.
Permainan tradisional egrang ini sering dilakukan di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang dipergunakan. Untuk lebih meriahnya perminan ini, sebaiknya lintasan yang dipergunakan minimal sebanyak tiga lintasan. Apabila dapat dibuat lebih dari itu, akan lebih baik dan meriah. Masing-masing lintasan dengan ukuran lebar 1 s.d 1,5 meter dan panjang 50 meter.
Pemenang dalam permainan tradisional egrang ini ditentukan berdasarkan kecepatan waktu. Waktu yang diambil adalah kaki terakhir melewati garis finish. Agar dalam pelaksanaan kegiatan permainan ini berjalan baik, maka ditetapkan beberapa hal sebagai berikut :
1)     Peralatan Peserta
a.      Sepesang bambu dengan ukuran tinggi 2,75 meter dan diameter bawah minimal 2 dim (5 cm), tinggi pijakan kaki adalah 50 cm;
b.      Area Egrang dilapangan rumput atau tanah padat, dengan batasan lintasan yang dibuat dari kapur atau tali raffia, sepanjang 50 meter dan masing-masing lintasan dengan lebar 1,5 meter
2)     Peralatan Wasit/Juri
a.      Dua buah bendera untuk masing-masing juri lintasan dengan warna merah dan hijau;
b.      Stopwatch;
c.      Peluit;
d.      Scorepad
3)     Peraturan Permainan
a.      Peserta Egrang terdiri dari 3 pemain putra;
b.    Peserta harus menggunakan seragam team masing – masing Kabupaten/Kota dengan nomor punggung 1 s/d 3;
c.      Peserta diperkenankan membawa peralatan sendiri dengan ketentuan menggunagan bahan dari bamboo dengan ukuran ketinggian maksimal 2,75 m. Jarak penompang kaki dari bamboo terbawah adalah 50 cm, sedangkan diameter bamboo minimal 2 dim (tidak boleh kurang);
d.      Start dibelakang garis dan posisi peserta masih berada di bawah (belum naik);
e.      Berjalan sesuai dengan lintasan masing- masing;
f.       Masing-masing orang dalam satu regu wajib menempuh jarak 50 m, sehingga jumlah total jarak tempuh untuk masing-masing regu adalah sepanjang 150 m;
g.      Sebelum pergantian pemain, pemain dan Egrangnya harus seluruhnya melewati garis;
h.      Pemain berikutnya menunggu di luar garis, tidak diperkenankan masuk dalam arena lomba;
i.       Dinyatakan sebagai Pemenang apabila pemain ketiga lebih dahulu melewati garis finish;
j.       Dinyatakan diskualifikasi jika:
-      Egrang menyentuh garis lintasan;
-      jika kaki peserta menyentuh tanah (peserta jatuh);
-      Egrang tidak memenuhi ukuran sebagaimana ketentuan persyaratan;
-      Pergantian pemian dilakukan sebelum melewati garis batas.
  
4)     Peran dan tanggung Jawab Wasit/Juri dan petugas Permainan Egrang
a.        Wasit
1.        Memberikan arahan terkait dengan bentuk aktivitas yang tidak diperkenankan dilakukan oleh semua peserta kepada semua ketua regu sebelum permainan dimulai;
2.        Mengontrol kesiapan juri garis dan petugas pencatat waktu (petugas stopwatch);
3.     Memberikan aba-aba kesiapan dan dimulainya permainan ini, dengan memberikan tanda peluit (aba-aba : bersedia, siap, priiiit);
4.        Menghentikan permainan, bila ada yang mencuri start.
b.        Juri
1.        Wajib membawa bendera merah dan hijau;
2.        Memberikan tanda kesiapan peserta, dengan mengangkat bendera hijau;
3.   Memberikan tanda pelanggaran peserta, dengan mengangkat bendera merah (mengikuti peserta dari arah belakang);

Kamis, 15 September 2016

puisi kita


Negaraku Indonesia
Negaraku Indonesia
Indah dan permai
Bagiku oh
Sekali Indonesia tetap Indonesia
Tak kan pernah tergantikan
Ku tetap semangat
Walau Belanda menjajahmu
Aku kan membelamu sepanjang masa
Indonesia negaraku
Yang setia dan kucinta
Malam
Malam sangat indah
Dihiasi bintang dan rembulan
Aku suka dengan malam
Malam yang sangat indah
Kadang ada bintang yang jatuh
Dimalam hari bintang bertebaran
Oh,malam
Engkau sangat indah