efek bintang berjatuhan

SD NEGERI 02 KARANGTURI GONDANGREJO KARANGANYAR

Rabu, 28 September 2016

kreativitas saat jeda


OLAHRAGA KREASI (BERMAIN ENGGRANG)



Olahraga tradisional merupakan permainan asli rakyat sebagai aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional. Permainan rakyat yang berkembang cukup lama ini perlu dilestarikan, karena selain sebagai olahraga hiburan, kesenangan, dan kebutuhan interaksi sosial, olahraga ini juga mempunyai potensi untuk meningkatkan kualitas jasmani bagi pelakunya.
Olahraga tradisional semula tercipta dari permainan rakyat sebagai pengisi waktu luang. Karena permainan tersebut sangat menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, maka permainan tersebut semakin berkembang dan digemari oleh masyarakat sekitar. Permainan ini dilakukan dan digemari mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa, sesuai dengan karakter permainan yang dipakai. Beberapa permainan rakyat yang sudah cukup dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan menjadi olahraga tradisional adalah seperti egrang, terompah panjang, patok  lele, gobak sodor (hadang), sumpitan, gebuk bantal, gasing, lari balok, tarik tambang, benteng, dagongan, panjat pohon pinang, sepak raga, lomba perahu, lompat batu nias, karapan sapi, dan lain-lain.
Olahraga tradisional merupakan salah satu peninggalan budaya nenek moyang yang memiliki kemurnian dan corak tradisi setempat. Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya tradisional yang sangat beraneka ragam. Namun seiring dengan semakin lajunya perkembangan teknologi di era globalisasi ini, kekayaan budaya tradisional semakin lama semakin tenggelam. Semuanya mulai tenggelam seiring dengan pengaruh budaya asing, maraknya permainan playstation, game watch, computer game, dsb.
Tenggelamnya budaya permainan tradisional tersebut tentunya merupakan suatu keprihatinan bagi kita semua. Jika generasi saat ini tidak berusaha melestarikan maka lambat laun budaya tradisional akan semakin tenggelam dan suatu saat akan punah, sehingga identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkebudayaan tinggi akan hilang.
Penyebab tenggelamnya budaya tradisional tersebut tentunya terdiri dari berbagai macam, seperti :
Ø  Kurangnya sosialisasi olahraga tradisional kepada masyarakat;
Ø  Tidak adanya minat masyarakat untuk menggali kekayaan tradisional;
Ø  Tidak ada minat melombakan secara berjenjang, berkelnajutan, dan berkesinambungan.
Egrang adalah permainan tradisional yang mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan ini sudah cukup dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus.
Permainan egrang dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa dengan tujuan pengisi waktu luang, bermain dan meningkatkan kemampaun motorik. Manfaat yang akan dirasakan oleh pelaku perminan ini adalah kegembiraan, kualitas kebugaran, dan bersosialisasi. Alat terbuat dari sepasang bambu bulat, masing-masing bambu memiliki ukuran  panjang + 2,5 m dan memiliki diameter antar 6 s.d 9 Cm. Pada ukuran 50 Cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata.
Permainan tradisional egrang ini sering dilakukan di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang dipergunakan. Untuk lebih meriahnya perminan ini, sebaiknya lintasan yang dipergunakan minimal sebanyak tiga lintasan. Apabila dapat dibuat lebih dari itu, akan lebih baik dan meriah. Masing-masing lintasan dengan ukuran lebar 1 s.d 1,5 meter dan panjang 50 meter.
Pemenang dalam permainan tradisional egrang ini ditentukan berdasarkan kecepatan waktu. Waktu yang diambil adalah kaki terakhir melewati garis finish. Agar dalam pelaksanaan kegiatan permainan ini berjalan baik, maka ditetapkan beberapa hal sebagai berikut :
1)     Peralatan Peserta
a.      Sepesang bambu dengan ukuran tinggi 2,75 meter dan diameter bawah minimal 2 dim (5 cm), tinggi pijakan kaki adalah 50 cm;
b.      Area Egrang dilapangan rumput atau tanah padat, dengan batasan lintasan yang dibuat dari kapur atau tali raffia, sepanjang 50 meter dan masing-masing lintasan dengan lebar 1,5 meter
2)     Peralatan Wasit/Juri
a.      Dua buah bendera untuk masing-masing juri lintasan dengan warna merah dan hijau;
b.      Stopwatch;
c.      Peluit;
d.      Scorepad
3)     Peraturan Permainan
a.      Peserta Egrang terdiri dari 3 pemain putra;
b.    Peserta harus menggunakan seragam team masing – masing Kabupaten/Kota dengan nomor punggung 1 s/d 3;
c.      Peserta diperkenankan membawa peralatan sendiri dengan ketentuan menggunagan bahan dari bamboo dengan ukuran ketinggian maksimal 2,75 m. Jarak penompang kaki dari bamboo terbawah adalah 50 cm, sedangkan diameter bamboo minimal 2 dim (tidak boleh kurang);
d.      Start dibelakang garis dan posisi peserta masih berada di bawah (belum naik);
e.      Berjalan sesuai dengan lintasan masing- masing;
f.       Masing-masing orang dalam satu regu wajib menempuh jarak 50 m, sehingga jumlah total jarak tempuh untuk masing-masing regu adalah sepanjang 150 m;
g.      Sebelum pergantian pemain, pemain dan Egrangnya harus seluruhnya melewati garis;
h.      Pemain berikutnya menunggu di luar garis, tidak diperkenankan masuk dalam arena lomba;
i.       Dinyatakan sebagai Pemenang apabila pemain ketiga lebih dahulu melewati garis finish;
j.       Dinyatakan diskualifikasi jika:
-      Egrang menyentuh garis lintasan;
-      jika kaki peserta menyentuh tanah (peserta jatuh);
-      Egrang tidak memenuhi ukuran sebagaimana ketentuan persyaratan;
-      Pergantian pemian dilakukan sebelum melewati garis batas.
  
4)     Peran dan tanggung Jawab Wasit/Juri dan petugas Permainan Egrang
a.        Wasit
1.        Memberikan arahan terkait dengan bentuk aktivitas yang tidak diperkenankan dilakukan oleh semua peserta kepada semua ketua regu sebelum permainan dimulai;
2.        Mengontrol kesiapan juri garis dan petugas pencatat waktu (petugas stopwatch);
3.     Memberikan aba-aba kesiapan dan dimulainya permainan ini, dengan memberikan tanda peluit (aba-aba : bersedia, siap, priiiit);
4.        Menghentikan permainan, bila ada yang mencuri start.
b.        Juri
1.        Wajib membawa bendera merah dan hijau;
2.        Memberikan tanda kesiapan peserta, dengan mengangkat bendera hijau;
3.   Memberikan tanda pelanggaran peserta, dengan mengangkat bendera merah (mengikuti peserta dari arah belakang);

Kamis, 15 September 2016

puisi kita


Negaraku Indonesia
Negaraku Indonesia
Indah dan permai
Bagiku oh
Sekali Indonesia tetap Indonesia
Tak kan pernah tergantikan
Ku tetap semangat
Walau Belanda menjajahmu
Aku kan membelamu sepanjang masa
Indonesia negaraku
Yang setia dan kucinta
Malam
Malam sangat indah
Dihiasi bintang dan rembulan
Aku suka dengan malam
Malam yang sangat indah
Kadang ada bintang yang jatuh
Dimalam hari bintang bertebaran
Oh,malam
Engkau sangat indah

Selasa, 06 September 2016

tujuan, visi, misi SDN 02 Karangturi



Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan trampil serta sehat jasmani dan rohani. Mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan social, mewujukan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa .
Adapun titik berat pembangunan pendidikan diletakkan pada peningkatan mutu setiap jenjang pendidikan dan jenis pendidikan serta perluasan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan menengah dalam rangka persiapan perluasan wajib belajar untuk pendidikan menengah tingkat pertama . Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan khusunya untuk memacu penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Matematika
B. Tujuan Pendidikan Dasar
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

C.     Visi Sekolah SD Negeri 02 Karangturi
  TERWUJUDNYA LULUSAN SDN 02 KARANGTURI YANG CERDAS, PRODUKTIF, BERAKHLAK MULIA DAN BERKARAKTER”
D. Misi Sekolah SD Negeri 02 Karangturi
Mengacu pada visi sekolah diatas, maka misi yang akan dilaksanakan sebagai berikut :
1.         Melaksanakan pembelajaran yang efisien serta bimbingan belajar secara aktif sehingga siswa dapat meraih prestasi yang optimal.
2.         Menumbuhkan semangat kegiatan belajar mengajar kepada seluruh warga sekolah.
3.         Mendorong dan membimbing kepada siswa untuk berlomba dalam meraih pristasi.
4.         Mewujudkan siswa yang berprestasi serta menghayati terhadap agama yang dianut, agar anak lebih beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5.         Membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan
E. Tujuan Sekolah SD Negeri 02 Karangturi
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sedangkan secara khusus, sesuai dengan visi dan misi sekolah maka tujuan Sekolah Dasar Negeri 02 Karangturi pada tahun pelajaran 2016/2017 sekolah mengantarkan peserta didik untuk:
    1. Mengoptiomalkan  proses pembelajaran dengan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered learning), antara lain CTL, Pakem, serta layanan Bimbingan dan Konseling.
    2. Memperoleh kejuaraan lomba siswa berprestasi Muatan Pelajaran, olympiade sains, festival kreatifitas siswa baik di tingkat kecamatan, kabupaten dan propinsi.
    3. Melestarikan budaya daerah melalui mulok Bahasa Jawa dengan indikator 85 % siswa mampu menggunakan bahasa Jawa sesuai konteks.
    4. Menjadikan 85% siswa memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.
    5. Memiliki jiwa cinta tanah air dan berkepribadian yang kuat yang diinternalisasikan lewat kegiatan pramuka.
Menjadi sekolah yang diminati dan dibanggakan masyarakat sekitar .